Sejarah

Sudut Kota Foundationadalah sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan masyarakat (Community Development) melalui pendampingan, advokasi, dan pelatihan. Organisasi yang secara formal berdiri pada tanggal 31 Agustus 2020 ini awalnya merupakan bagian dari inisiatif tiga pemuda yang resah akan ketidakadilan, kesenjangan sosial, cacat hukum dan tidak transparannya informasi publik dari pemerintah. Misi besar Sudut Kota Foundation adalah tidak ada lagi kelompok masyarakat yang termarjinalkan akibat dari kebijakan pemerintah, kurangnya pendampingan dan tidak terlibat secara partisipatif, selaras dengan tagline sudut kota yaitu “Bersama yang Tersisih”.

Landasan berpikir munculnya organisasi ini adalah upaya mengisi tanggung jawab pemerintah yang belum tuntas yang harus meninggalkan investasi dalam bentuk mengembangkan Sumber Daya Manusia agar muncul generasi penerus, inisiator program-program pelayanan bagi masyarakat rentan dan tersisih terutama kelompok masyarakat di perbatasan kota administrasi dan pinggiran. Ide ini awalnya muncul pada tanggal 24 Agustus 2020 di Anomali Caffe, Jl Menteng no 41, Jakarta pusat . Tetapi baru bisa terlaksana pada akhir agustus 2020.

Prinsip penting dari Community Development ini adalah adanya pelibatan (pemberdayaan) masyarakat dalam program yang dilaksanakan. Pelibatan masyarakat dimulai dari perencanaan, pelaksanaan bahkan setelah program selesai. Community Development mengandalkan peran serta dan kekuatan masyarakat. Karenanya, dalam proses Comdev mengidentifikasi potensi kekuatan (sumber daya) masyarakat menjadi sangat penting untuk dilakuan karena hal itu akan menjadi salah satu bentuk nyata peran serta (kontribusi) dari masyarakat. Adanya peran serta inilah yang dapat menjadi ‘jaminan’ bahwa program tersebut akan berkelanjutan walau program telah dihentikan. Pada prinsipnya, Community Development memiliki 3 karakter utama, yaitu berbasis masyarakat (Community based), berbasis sumberdaya setempat (local resource based) dan berkelanjutan (sustainable).

Dua fokus kerja Sudut Kota adalah Penguatan Masyarakat dan Training & Konsultasi.

Penguatan masyarakat adalah untuk untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi permasalahan diperkotaan secara berkelanjutan. Departemen ini berupaya menyiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa kepemimpinan masyarakat yang representatif, mengakar dan kondusif bagi perkembangan modal sosial (social capital) masyarakat di masa mendatang serta menyiapkan program masyarakat jangka menengah dalam menuntaskan masalah-masalah diperkotaan seperti kemiskinan, gelandangan, masyarakat insklusi yang kehilangan hak kemanusiaan nya sebagai warga negara yang menjadi pengikat dalam kemitraan masyarakat dengan pemerintah daerah dan kelompok peduli setempat. Dalam perkembangan selanjutnya disadari bahwa kemiskinan bukanlah suatu substansi yang terlepas dari konteksnya yang lebih luas dalam bentuk sistem ekonomi, politik, sosial, budaya, dst. Maka pelatihan pun berkembang ke pemberdayaan masyarakat, termasuk NGO, melalui pelatihan manajemen organisasi dan manajemen program, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Dalam rangka mendanai program, Sudut kota Foundation melayani konsultasi mengenai penguatan dan pengembangan organisasi masyarakat sipil dengan tujuan membagikan pengetahuan dari pengalaman selama bertahun-tahun dari SDM Inisiator Sudut Kota. Materi pelayanan konsultasi antara lain: manajemen organisasi, merancang program pembangunan, sistem pembukuan, monitoring dan evaluasi program-program pemberdayaan masyarakat, serta berbagai pelatihan dalam bidang manajemen, resolusi konflik, serta pendidikan nilai-nilai universal